Connect with us

Resiko Melakukan Aborsi Serta Efek Sampingya

Health

Resiko Melakukan Aborsi Serta Efek Sampingya

Aborsi dalam istilah kedokteran adalah menggurkan kandungan secara paksa menggunakan berbagai macam obat ataupun lainya. Melakukan aborsi sangatlah tidak dianjurkan kecuali ada beberapa faktor faktor lain.

Mengeluarkan janin bayi secara paksa atau sebuah tindakan untuk mengakhiri janin sering disebut dengan istilah aborsi. Berbagai macam aborsi dapat dilakukan seperti halnya memimun obat atau ramuan ataupun melalui operasi. Secara umum aborsi dilakukan oleh kebanyakan pergaulan bebas tanpa sepengetahuan orang tua dan dilakukan dibawah usia kandungan 24 minggu.

Resiko dan dampak yang akan dialami melakukan aborsi

Resiko komplikasi akan berdampak pada Anda yang melakukan aborsi. Salah satu yang umum sering dijumpai adalah penyakit infeksi saat melakukan aborsi serta terjadinya kerusakan di leher rahim.

Aborsi akan memiliki resiko lebih kecil saat kandungan menginjak di usia 13 minggu namun sangat rentan dan banyak resiko jika Anda melakukan aborsi saat kandungan menginjak usia 20 minggu hal yang paling fatal terjadi adalah pendarahan yang hebat. Namun segala bentuk aborsi sangatlah tidak dianjurkan baik di agama maupun negara.

Dalam melakukan aborsi gejala gejala yang sering timbul adalah kram perut,mual,muntah,siare serta pendarahaan dan hal inilah efek samping yang harus dialami saat Anda melakukan aborsi. Namun setiap wanita akan berbeda beda efek samping yang akan dialami setelah melakukan aborsi.

Masa Haid Setelah melakukan Aborsi

Pasca melakukan aborsi wanita akan mengalami haid kembali setelah 4 hingga 6 minggu dan akan kembali normal. Namun perlu diwaspadai tanda tanda yang timbul setelah pasca aborsi seperti nyeri,demam dan yang paling tidak mengenakan adalah keluarnya sbeuah cairan dalam vagina yang bau.

Proses hamil setelah melakukan aborsi

Saat ini belum ada bukti setelah melakukan aborsi akan mempengaruhi wanita untuk mendapatkan buat hati kembali (hamil). Gangguan kesuburan setelah melakukan pasca aborsi tentunya akan menjadi momok setiap wanita jika melakukan aborsi tanpa pengawasan oleh dokter dan para ahli.

Wanita yang pernah melakukan aborsi melalui operasi akan mengalami resiko dalam persalinan yang prematur.

Aborsi yang baik adalah melakukan konsultasi kepada dokter dan ketahui beberapa resiko yang akan timbul setelah pasca aborsi. Perhatikan pula aturan hukum yang berlaku untuk aborsi yang diperbolehkan karena jika melanggar aturan maka akan dikenakan sanksi yang berat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Health

Trending Berita

Berita Terbaru

To Top